Direksi RSUD Sayang Cianjur Lakukan Brefing Dan Diskusi Langsung Dengan Para Tenaga Pelayanan Dalam Mengimplementasikan Program "SOMEAH"
Cianjur Metro9 blogspot.Com// - Tugas dan fungsi rumah sakit menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 983 tahun 1992 adalah sebagai organisasi sosial kemasyarakatan serta kesehatan keluarga dan lingkungan, sangat jelas bahwa dalam mengelola sebuah rumah sakit tidaklah mudah dan bisa dikatakan cukup rumit.
Dalam mengelola rumah sakit diperlukan banyak tenaga-tenaga professional yang terdiri dari dokter, perawat, paramedik, apoteker serta operator instrument juga termasuk alat-alat penunjang kesehatan Dalam mencapai tujuan yang berorientasi kepada kepuasan pasien.
Disamping aspek fasilitas rumah sakit, peranan dokter, paramedis dan non medis menjadi sangat penting karena kinerja mereka akan menentukan persepsi dan kinerja yang dirasakan pasien terhadap pelayanan yang diberikan Untuk itulah jajaran Direksi RSUD Sayang Cianjur selalu melaksanakan Briefing dan diskusi langsung dengan para tenaga pelayanan sebagai garis depan pelayanan RSUD Sayang Cianjur.
Menurut Direktur RSUD Sayang Cianjur dr.H.Dharmawan Setiabudi Dahlan MARS, brefing dan diskusi langsung dengan para tenaga pelayanan yang notabenenya sebagai garis depan pelayanan memang selalu dilakukan dan termasuk dalam salah satu kegiatan pada program manajemen "Someah" yang menjadi Program Andalan RSUD Sayang dengan tujuan untuk membantu mencari solusi atas berbagai problema yang akan mengganggu pelayanan kepada pasien dan pelanggan lainnya, memikirkan dan merealisasikan inovasi dan kreasi yang lebih efektif dan efisien, melalui Program Kegiatan Rounde Manajemen Someah, memikirkan dan merealisasikan inovasi dan kreasi yang lebih efektif dan efisien, melalui Program Kegiatan Rounde Manajemen Someah.
"Kegiatan brefing dan diskusi langsung dengan para tenaga pelayanan dan Nakes memang rutin dilakukan dan termasuk dalam program manajemen Someah RSUD sayang dengan maksud untuk evaluasi dan mencari solusi atas berbagai problema yang akan mengganggu pelayanan kepada pasien dan pelanggan lainnya," Ujarnya Sabtu (14/05/2022).
Lanjut Dharmawan, Kualitas pelayanan tentunya menjadi hal yang penting bagi penyedia pelayanan kesehatan, yang bisa menjadi acuan indikator kepuasan konsumen atau pasien untuk itulah perlu adanya masukan dan saran serta laporan para tenaga kesehatan yang berada digaris depan pelayanan baik adanya hambatan atau problem yang bisa mengganggu pelayan agar bisa dicari solusi sehingga peningkatan kualitas layanan dapat berjalan.
"Para tenaga pelayanan dan Nakes ini kan yang tau langsung terkait ada atau tidaknya problema dalam pelayanan, Untuk itu Masukan dan saran mereka sangatlah kita perlukan untuk bahan meningkatkan kualitas layanan sehingga program manejemen Someah sebagai program unggulan RSUD Sayang dapat terwujud,"terangnya.
Kualitas pelayanan (Service Quality) di RSUD Sayang Cianjur terus semakin meningkat tentunya akan mempunyai dampak yang positif, baik terhadap RSUD Sayang serta pada masyarakat atau pasien pada khususnya.
Kualitas pelayanan semakin meningkat dan tingkat kepuasan pasien juga meningkat pastinya akan berdampak baik, masyarakat atau pasien akan menjadi pelanggan yang setia dan loyal dalam layanan kesehatan RSUD sayang," tutupnya.
Laporan : Redaksi
Komentar
Posting Komentar